Mengapa, sih, rumah baru saya juga bisa bocor? Padahal sudah pakai pelapis anti bocor (waterproofing) tapi, kok, masih bisa bocor juga, yah? Mungkin pertanyaan-pertanyaan tersebut terbesit di dalam benak penghuni rumah, baik baru maupun lama, mendapati kebocoran di rumah Anda.
Mengapa dapat terjadi kebocoran atau rembes? Hal ini akan dengan mudah anda jawab, jika kembali melihat ke belakang saat perencanaan dan pembangunan rumah dimulai. Ada berbagai kemungkinan yang dapat menyebabkan kebocoran dan rembes terjadi, bisa jadi langkah-langkah pengaplikasian waterproofing tidak benar atau malah pemilik rumah justru tidak merencanakan untuk mengunakan pelapis anti bocor / waterproofing sama sekali sejak awal pembangunan rumah.
Pengaplikasian waterproofing yang tidak benar dapat disebabkan kurangnya pengawasan dari tenaga ahli di bidang waterproofing pada saat menggunakan pelapis anti bocor ataupun anti rembes di lapangan. Hal ini akan menyebabkan cara aplikasi dan takaran yg digunakan tidak sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan produk pelapis anti bocor (waterproofing) sehingga hasilnya kurang bagus, tidak tahan lama, dan rumah anda masih tetap mengalami kebocoran dan rembes. Bahkan, tidak jarang kontraktor dan anda, sebagai pemilik rumah, pun menarik kesimpulan sepihak bahwa produk pelapis anti bocor (waterproofing) yang digunakan tidak bagus.
Sedangkan jawaban kedua, lebih karena pemilik rumah yang belum mengetahui secara detail tentang manfaat pelapis anti bocor ( waterproofing ) atau bahkan belum menyadari tentang bahaya yang nantinya ditimbulkan oleh kebocoran dan rembes di rumahnya. Dapat juga disebabkan oleh perencanaan pembangunan rumah yang tidak menggunakan jasa arsitek / konsultan. Padahal belum tentu sang pemilik rumah mengerti seluk beluk pembangunan rumah dan apa saja yang harus dipersiapkan meskipun hal ini bukanlah mutlak tapi dengan menggunakan jasa arsitek/konsultan setidaknya anda sudah meyerahkan masalah rumah di tangan yang tepat.
Sumber dari : Buku Pintar Mencegah dan Mengatasi Kebocoran dan Rembes, penulis Johnwei Muljono, penerbit Transmedia)


